Jumat, Desember 31, 2021

Bila Kukenang (The Mercy's)


Title : BILA KUKENANG
Songwriter : REYNOLD PANGGABEAN
Album : POP INDONESIA VOL 12
Pengiring : RONALD (DRUM), ERWIN (LEAD GUITAR), RINTO (BASS), YOCKIE (KEYBOARD), 
Recording : YUKAWI INDO MUSIC / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Pada volume 12 ini personil The Mercy's tinggal bertiga, setelah keluarnya Charles H, maka pada rekaman album ini dibantu oleh Yockie Suryoprayogo pada keyboard (yang lebih dikenal sebagai pemain keyboardnya rock-band God Bless), meski pada hasil rekaman, walaupun hasil rekaman suara keyboard tidak jauh beda dengan rekaman-rekaman bersama Charles H.

bila kukenang dirimu menitik airmataku
tiada lagi senyum manismu di sampingku

bagai angin lalu kau tinggalkan diriku ini
mengapa kau lupakan janji setiamu padaku

sungguh kejam dirimu meninggalkan daku oh sayang

bila kukenang dirimu menitik airmataku
tiada lagi senyum manismu di sampingku

bagai angin lalu kau tinggalkan diriku ini
mengapa kau lupakan janji setiamu padaku

sungguh kejam dirimu meninggalkan daku oh sayang

Kamis, Desember 30, 2021

Luka Hatiku (Sally Sardjan/The Singers)


Title : LUKA HATIKU
Lead Vocal : SALLY SARDJAN
Songwriter : JASIR SJAM
Album : DITINGGAL PERGI (1973)
Recording : MUSICA STUDIO/FM RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

The Singers adalah kelompok musik yang lahir pada tahun 1967 dengan personel Neneng Salmiah ( leader, rhythm, vokal), Tuty Thaher (bas, vokal), Sally Sardjan (organ, vokal), Henny Purwanegara (drum, vokal), Shinta Dungga (rhythm, vokal), dan Uun Syarbini (melodi). Secara resmi mereka mengumumkan terbentuknya The Singers pada Januari 1968, dengan mengusung aliran musik perpaduan latin dan sweet pop. Pada tahun yang sama pula The Singers masuk dapur rekaman untuk pertama kali dan memainkan lagu "Marlina" karya D. Djauhari, "Jali-jali " (Instrumental), "Land of 1000", "Dances", "Oh Tuhan", "Baby Your Gone", "Salam Perpisahan", yang dimainkan dalam bentuk Long Play. Pada masa itu The Singer mampu menarik penikmat musik tanah air dan mampu bersaing dengan grup band wanita lainnya seperti, Dara Puspita, Monalisa, Miscellina, dan The Beach Girls. Henny Purwanegara memilih hengkang karena terjadi konflik internal, disusul Shinta Dungga yang mengundurkan diri setelah pernikahannya. Mulai dari situ terus terjadi pergantian personel, nama-nama seperti Lies Royani, Iwan, dan Inneke Nasution pernah mengisi posisi kosong The Singers. Iwan menjadai satu-satunya personel lelaki. Selama pergantian formasi grup band ini berhasil mengeluarkan hit seperti " Derita Seorang Wanita", "Surat Putus Cinta", dan "Akhirnya".[1]

Tahun 1992, The Singers kembali ke panggung musik dengan formasi awal Neneng Salmiah, Tuty Thaher, Sally Sardja, Henny Purwanegara, Shinta Dungga, dan Uun Syarbini. Tiga tahun kemudian Uun Syarbini tutup usia karena kanker rahim. Tanpa Uun, band ini tetap tampil dengan mengisi acara hiburan seperti Melody Menari, Tembang Kenangan, dan Famili 100.

"suratmu tlah kubaca, dengan luka di hatiku"

dengar oh kasih, rintihan hatiku padamu
pedih oh pedih kau tinggalkan diriku
aku yang hina ini oh kasih
mengharapkan kau kembali kepadaku

sayang kau pergi membawa luka di hatiku
bila ku kenang janji yang kau ucapkan 
kepadaku sungguh lembut 
terdengar kau berjanji kan setia kepadaku

dengar oh kasih rintihan hatiku padamu
bila ku kenang janji yang kau ucapkan
kepadaku sungguh lembut 
terdengar kau berjanji kan setia kepadaku

Selasa, Desember 28, 2021

Sekuntum Kemboja (Mus Mulyadi)


Title : SEKUNTUM KEMBOJA
Songwriter : MUSTAFA WIRYAT
Album : TIADA CINTA LAGI
Backing Music : THE SHEEP'S (Leader: MUS MULYADI)
Recording : MUSICA STUDIO / INDRA RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Mus Mulyadi (14 Agustus 1945 – 11 April 2019) adalah penyanyi keroncong Indonesia. Ia bahkan mendapat julukan sebagai si "Buaya Keroncong". Beberapa lagunya yang menjadi hit antara lain, "Kota Solo", "Dinda Bestari", "Telomoyo", dan "Jembatan Merah". Ia pernah menjadi anggota Favourite's Group. Istrinya juga seorang penyanyi, Helen Sparingga, dan adiknya juga menjadi penyanyi pop & jazz Mus Mujiono pada era 1980-an.

Terlahir dengan nama Mulyadi, dilahirkan di Kota Buaya, dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota itu. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara anak dari pasangan Ali Sukarni dan Muslimah. Bakat seninya tumbuh secara otodidak karena pengaruh dalam keluarganya yang memang seniman. Meskipun ia tidak pernah dirancang oleh ayahnya yang berprofesi sebagai pemain Gamelan untuk mengikuti jejaknya. Tiga saudaranya memilih berkecimpung dalam bidang seni tarik suara. Dua kakaknya yakni Sumiati berprofesi sebagai penyanyi keroncong di Belanda dan abangnya Mulyono dikenal di Surabaya sebagai penyanyi keroncong. Selain itu adiknya Mus Mujiono pun pada akhirnya terjun ke dunia musik dengan memilih musik jazz dan pop sebagai jalur pilihan kariernya

matahari mulai terbenam, burungpun sudah bersembunyi
seakan dunia ini sepi, tiada teman diriku

sekuntum kemboja mengintai dibalik daunnya
oh sayang sayang, seakan malu memandangku memandangku

kuhampiri dan menyentuhnya, kubelai kusingkir daunnya
hingga tampak bunga yang mekar dan bersemi

aku tak akan memetiknya, biarlah kau puas memandang
mungkinkah kau tahu hatiku yang selalu sepi sendiri

sekuntum kemboja mengintai dibalik daunnya
oh sayang sayang, seakan malu memandangku memandangku

kuhampiri dan menyentuhnya, kubelai kusingkir daunnya
hingga tampak bunga yang mekar dan bersemi

aku tak akan memetiknya, biarlah kau puas memandang
mungkinkah kau tahu hatiku yang selalu sepi sendiri

Lonceng Maut (Bob Tutupoly)


Title : LONCENG LAUT
Songwriter : TUTY MUTIA
Album : CIUM & SAYANG
Backing Music : THE CLAN (Leader: ACIL BIMBO)
Recording : REMACO / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Bobby Willem Tutupoly (lahir 13 November 1939) adalah seorang artis Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Bob Tutupoly. Ia mulai rekaman di Jakarta pada tahun 1965 bersama Pattie Bersaudara. Selanjutnya, ia dikenal dengan lagu-lagu Lidah Tak Bertulang, Tiada Maaf Bagimu, Tinggi Gunung Seribu Janji, dan lain-lain.[1]

Namun ia lebih tertarik menyanyi. Akhirnya ia bergabung Bill Saragih di band The Jazz Riders pada 1960.

Pada 1969 ia pergi ke Amerika Serikat dan memimpin sebuah restoran milik Pertamina di kota New York. Setelah kembali ke Indonesia pada 1977, ia menjadi populer karena membawakan lagu Widuri, ciptaan Slamet Adriyadi, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini.[2] Ia juga memandu acara kuis di TVRI.

Bob Tutupoly adalah anak kedua dari lima bersaudara, pasangan perantau asal Maluku Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Ia dilahirkan di RS William Booth, Jalan Diponegoro, Surabaya pada tanggal 13 November 1939.[3] Bob memiliki seorang kakak yang bernama Christian Jacobus Tutupoly dan tiga orang adik yang bernama Alexander Bartjes Tutupoly, Hendrika Laurensia Tutupoly, dan Adolf Tutupoly Jr. (meninggal pada tahun 1947, saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Yogyakarta).[3] Ayahnya telah berdinas di Angkatan Laut sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan terus membela TNI ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya. Bob dan keluarganya sempat berpindah ke Yogyakarta yang kala itu menjadi ibu kota RI, sebelum akhirnya kembali ke Surabaya pada tahun 1953 dan memasuki bangku Sekolah Dasar di SD Pasar Turi.[3] Sejak kecil, Bob dan keempat saudaranya dididik dengan disiplin militer oleh sang ayah. Bakat seni Bob memang diwariskan dari kedua orang tuanya, ayahnya adalah pemain suling dan ibunya merupakan penyanyi di gereja.[3] Bob Tutupoly melanjutnya pendidikannya di SMP Kristen Embong Wungu, Surabaya dan SMA Katolik St. Louis, Surabaya. Ia sempat menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya (Cikal bakal Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga) dan Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung namun kedua terhenti di tengah jalan. https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Tutupoly

Ketika menjabat sebagai public relation di Restoran Ramayana (NY), Bob berkenalan dengan seorang penari Indonesia bernama Rosmayasuti Nasution (Yosie) yang sedang tampil di tempat tersebut. Bob Tutupoly melamar istrinya pada tahun 1972. Istrinya tersebut merupakan None Jakarta 1972. Pada tanggal 15 April 1977, Bob dan Yosie resmi menjadi suami-istri di hadapan petugas catatan sipil. Pernikahan tersebut dihadiri oleh Adnan Buyung Nasution sebagai saksi atas keluarga Yosie dan Leo Lopusila sebagai saksi dari pihak Bob. Sebelumnya mereka berdua harus menjalani persidangan selama sembilan bulan dikarenakan perbedaan keyakinan yang mereka anut. Putri semata wayang mereka lahir di Jakarta pada tanggal 29 Januari 1978 dan diberi nama Sasha Karina Tutupoly.

jauh kumencarinya, lama nian kuberjalan
dendam dalam deritaku, gelisah tak menentu
andai kutemuinya malam kujadikan siang
namun hasrat dihatiku membara tiap waktu

walaupun kuberjalan tiap hari
luka dan sengsara menemaniku
kurela meneruskan perjalanan ku ini
menuju kearah citaku

Tuhan kau restuilah beri jalan dan panduan
semoga tercapai hasratku mencari keadilan

walaupun kuberjalan tiap hari
luka dan sengsara menemaniku
kurela meneruskan perjalanan ku ini
menuju kearah citaku

ooo ... walaupun kuberjalan tiap hari
luka dan sengsara menemaniku
kurela meneruskan perjalanan ku ini
menuju kearah citaku

Jumat, Desember 24, 2021

Menara Cinta (Bob Tutupoly)


Title : MENARA CINTA
Songwriter : WANDY
Album : CIUM & SAYANG
Backing Music : THE CLAN (Leader: ACIL BIMBO)
Backing Vocal : ...
Recording : REMACO / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Bobby Willem Tutupoly (lahir 13 November 1939) adalah seorang artis Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Bob Tutupoly. Ia mulai rekaman di Jakarta pada tahun 1965 bersama Pattie Bersaudara. Selanjutnya, ia dikenal dengan lagu-lagu Lidah Tak Bertulang, Tiada Maaf Bagimu, Tinggi Gunung Seribu Janji, dan lain-lain.[1]

Namun ia lebih tertarik menyanyi. Akhirnya ia bergabung Bill Saragih di band The Jazz Riders pada 1960.

Pada 1969 ia pergi ke Amerika Serikat dan memimpin sebuah restoran milik Pertamina di kota New York. Setelah kembali ke Indonesia pada 1977, ia menjadi populer karena membawakan lagu Widuri, ciptaan Slamet Adriyadi, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini.[2] Ia juga memandu acara kuis di TVRI.

Bob Tutupoly adalah anak kedua dari lima bersaudara, pasangan perantau asal Maluku Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Ia dilahirkan di RS William Booth, Jalan Diponegoro, Surabaya pada tanggal 13 November 1939.[3] Bob memiliki seorang kakak yang bernama Christian Jacobus Tutupoly dan tiga orang adik yang bernama Alexander Bartjes Tutupoly, Hendrika Laurensia Tutupoly, dan Adolf Tutupoly Jr. (meninggal pada tahun 1947, saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Yogyakarta).[3] Ayahnya telah berdinas di Angkatan Laut sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan terus membela TNI ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya. Bob dan keluarganya sempat berpindah ke Yogyakarta yang kala itu menjadi ibu kota RI, sebelum akhirnya kembali ke Surabaya pada tahun 1953 dan memasuki bangku Sekolah Dasar di SD Pasar Turi.[3] Sejak kecil, Bob dan keempat saudaranya dididik dengan disiplin militer oleh sang ayah. Bakat seni Bob memang diwariskan dari kedua orang tuanya, ayahnya adalah pemain suling dan ibunya merupakan penyanyi di gereja.[3] Bob Tutupoly melanjutnya pendidikannya di SMP Kristen Embong Wungu, Surabaya dan SMA Katolik St. Louis, Surabaya. Ia sempat menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya (Cikal bakal Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga) dan Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung namun kedua terhenti di tengah jalan. https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Tutupoly

Ketika menjabat sebagai public relation di Restoran Ramayana (NY), Bob berkenalan dengan seorang penari Indonesia bernama Rosmayasuti Nasution (Yosie) yang sedang tampil di tempat tersebut. Bob Tutupoly melamar istrinya pada tahun 1972. Istrinya tersebut merupakan None Jakarta 1972. Pada tanggal 15 April 1977, Bob dan Yosie resmi menjadi suami-istri di hadapan petugas catatan sipil. Pernikahan tersebut dihadiri oleh Adnan Buyung Nasution sebagai saksi atas keluarga Yosie dan Leo Lopusila sebagai saksi dari pihak Bob. Sebelumnya mereka berdua harus menjalani persidangan selama sembilan bulan dikarenakan perbedaan keyakinan yang mereka anut. Putri semata wayang mereka lahir di Jakarta pada tanggal 29 Januari 1978 dan diberi nama Sasha Karina Tutupoly.

kabut kabut malam jatuh ke bumi (jatuh ke bumi)
perlahan tapi pasti bagai sebuah janji
tatapan wajahnya teramat nyata (teramat nyata)
kupeluk ia mesra bahagia

tlah mekar bungaku indah harum mewangi
tersenyum berseri bahagai bidadari
(tiada seindah dia seharum dia 
menempuh hidup bersama membangun menara cinta)
diriku paling bahagia terlampau indah kurasa
menempuh hidup bersama membangun cinta

tatapan wajahnya teramat nyata (teramat nyata)
kupeluk ia mesra bahagia

tiada seindah dia tiada seharum dia
menempuh hidup bersama membangun menara cinta
diriku paling bahagia terlampau indah kurasa
menempuh hidup bersama membangun cinta
(tiada seindah dia seharum dia 
menempuh hidup bersama membangun menara cinta
diriku paling bahagia paling bahagia
menempuh hidup bersama membangun cinta)

Selasa, Desember 21, 2021

Nyanyian Malam (Emillia Conttessa)


Title : NYANYIAN MALAM
Songwriter : CHRIST PUTUHENA
Album : LEMPISI HITAM
Music : BARCE VAN HOUTEN
Recording : FLOWER SOUND / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Emilia Contessa (lahir 27 September 1957) adalah seorang model, pemeran, penyanyi dan politikus Indonesia keturunan Jawa, Madura dan Pakistan.
Nama aslinya adalah Nur Indah Citra Sukma Hati, Emilia adalah putri sulung dari tiga anak dari Hasan Ali yang berdarah Pakistan-Madura dan RA Susiani yang berdarah Jawa-Banyuwangi. Ia suka menyanyi sejak kecil. Ibunya melakukan berbagai usaha agar Emil dapat tampil menyanyi di berbagai acara. Pada tahun 1969, Emil berhasil meraih juara umum penyanyi pop ketika Surabaya menyelenggarakan PON VII di Surabaya yang berlangsung Tanggal 26 Agustus – 6 September 1969 dengan juara umum DKI Jakarta. Ajang tersebut membuka jalan Emil menjadi penyanyi profesional.

Emil yang saat itu masih menggunakan nama Emilia Hasan diajak oleh pencari bakat dari Philips Singapura yang mengajak Emil untuk rekaman di Singapura pada tahun 1970.
Satu tahun di Singapura, Emil yang kala itu ditemani ibunya, kembali ke Indonesia. Emil kemudian diperkenalkan pertama kali lewat TV oleh Chris Pattikawa, yang memimpin acara hiburan di TVRI. Dengan nama baru Emilia Contessa, Emil pun langsung menanjak. Emil merupakan salah seorang dari sedikit penyanyi wanita negeri ini yang memiliki suara sopran yang sangat powerfull dan lantang. Emil juga memiliki performance atau stage-act yang sulit disaingi penyanyi mana pun pada masanya. Bahkan kala itu ia dijuluki sebagai Singa Panggung Asia oleh majalah Asia Week (1975). dan Majalah New York Time menobatkan Emil sebagai satu dari lima artis terpopuler di dunia dan sempat mendapat beasiswa untuk belajar vocal di Amerika, tetapi karena sudah teken kontrak dengan Club Malam Tropicana, maka beasiswa tersebut tidak diambil. Tetapi kariernya terus menanjak hingga ke Benua Eropa dan Amerika untuk show kecuali Afrika yang belum disinggahinya. Masa emas Emil adalah di pertengahan tahun 1970-an. Lagu-lagu Emil yang menuai sukses antara lain "Angin November", "Flamboyan", "Biarlah Sendiri", "Bunga Mawar, "Melati", "Rindu", "Bunga Anggrek", "Penasaran", "Kehancuran", "Layu Sebelum Berkembang", "Angin Malam", "Mungkinkah", dan banyak lagu-lagu ciptaan A. Riyanto lainnya. Sampai sekarang telah belasan album dihasilkannya termasuk album Islami Samudera Shalawat (2000).

tak pernah kau nyanyikan
lagu syahdu yang merdu darimu
hanyalah kau nyanyikan laguku
yang duka untuk hibur diriku

betapa rindu hatiku ini
bila kuteringat kisah hidupku
waktu kita slalu berdua
ouwoo mesranya

saat ini
kutunggu malam berganti
spanjang hari
aku berjalan mencarimu

engkau dimana ku sendiri sepi
ooo rinduku 
tega kau tinggalkan diriku begini

betapa rindu hatiku ini
bila kuteringat kisah hidupku
waktu kita slalu berdua
ooo mesranya

saat ini
kutunggu malam berganti
spanjang hari
aku berjalan mencarimu

engkau dimana ku sendiri sepi
ooo rinduku 
tega kau tinggalkan diriku begini
tega kau tinggalkan diriku begini

Ditinggal Pergi (The Singers)


Title : DITINGGAL PERGI
Lead Voca; : NENENG SALMIAH
Songwriter : NENENG SALMIAH
Album : DITINGGAL PERGI (1973)
Recording : MUSICA STUDIO/FM RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

The Singers adalah kelompok musik yang lahir pada tahun 1967 dengan personel Neneng Salmiah ( leader, rhythm, vokal), Tuty Thaher (bas, vokal), Sally Sardjan (organ, vokal), Henny Purwanegara (drum, vokal), Shinta Dungga (rhythm, vokal), dan Uun Syarbini (melodi). Secara resmi mereka mengumumkan terbentuknya The Singers pada Januari 1968, dengan mengusung aliran musik perpaduan latin dan sweet pop. Pada tahun yang sama pula The Singers masuk dapur rekaman untuk pertama kali dan memainkan lagu "Marlina" karya D. Djauhari, "Jali-jali " (Instrumental), "Land of 1000", "Dances", "Oh Tuhan", "Baby Your Gone", "Salam Perpisahan", yang dimainkan dalam bentuk Long Play. Pada masa itu The Singer mampu menarik penikmat musik tanah air dan mampu bersaing dengan grup band wanita lainnya seperti, Dara Puspita, Monalisa, Miscellina, dan The Beach Girls. Henny Purwanegara memilih hengkang karena terjadi konflik internal, disusul Shinta Dungga yang mengundurkan diri setelah pernikahannya. Mulai dari situ terus terjadi pergantian personel, nama-nama seperti Lies Royani, Iwan, dan Inneke Nasution pernah mengisi posisi kosong The Singers. Iwan menjadai satu-satunya personel lelaki. Selama pergantian formasi grup band ini berhasil mengeluarkan hit seperti " Derita Seorang Wanita", "Surat Putus Cinta", dan "Akhirnya".[1]

Tahun 1992, The Singers kembali ke panggung musik dengan formasi awal Neneng Salmiah, Tuty Thaher, Sally Sardja, Henny Purwanegara, Shinta Dungga, dan Uun Syarbini. Tiga tahun kemudian Uun Syarbini tutup usia karena kanker rahim. Tanpa Uun, band ini tetap tampil dengan mengisi acara hiburan seperti Melody Menari, Tembang Kenangan, dan Famili 100.


tiada berarti kehidupan ini
setelah kau tinggal pergi
kini hancur sudah semua harapan
yang selalu kurindukan

kini ku seorang diri
tanpa belaian kasihmu
dalam hatiku kumenangis
bila teringat wajahmu
oh sayang kasihku

namun kusadari cintamu padaku
tiada dapat kulupakan

kini ku seorang diri
tanpa belaian kasihmu
dalam hatiku kumenangis
bila teringat wajahmu
oh sayang kasihku

namun kusadari cintamu padaku
tiada dapat kulupakan

Sabtu, Desember 18, 2021

Satu Dihatiku (Widyawati)


Title : SATU DIHATIKU
Songwriter : WAHYU OS
Album : SAAT AKU SENDIRI
Penata Musik : PANCE PONDAAG
Recording : VARIA NADA UTAMA / Cassette

Widyawati (lahir 12 Juli 1950) adalah seorang pemeran dan penyanyi Indonesia. Karirnya membentang lima dekade, mencapai puncak popularitasnya pada awal 1970-an hingga pertengahan 1980-an, ia berakting dalam puluhan judul film dalam peran yang mencakup berbagai genre, dari komedi ringan hingga drama serius. Dengan karir yang luas dalam film sejak masa remajanya, ia dipuji karena keserbagunaannya dan dianggap sebagai salah satu aktris terbaik di generasinya. Penampilannya impresifnya termasuk yang paling dipuji saat itu, dalam drama romantis seperti Pengantin Remadja (1971) dan Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987).

Sepanjang karirnya, ia telah menerima banyak penghargaan, dinominasikan delapan kali untuk Piala Citra Festival Film Indonesia, menjadikannya salah satu aktris yang paling banyak dinominasikan dalam sejarah acara tersebut. Ia memenangkan dua di antaranya, untuk perannya dalam drama romantis Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987) sebagai Aktris Terbaik dan drama Semoga Kau Kembali (1976) sebagai Aktris Pendukung Terbaik.

Dunia film tak hanya membesarkan namanya, seperti dengan diraihnya Piala Citra FFI 1987 untuk kategori Aktris Terbaik dalam film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat. Dunia film juga yang mempertemukan Widyawati dengan aktor dan sutradara Sophan Sophiaan. Widyawati dan Sophan menikah pada 9 Juli 1972 di Masjid Al-Azhar. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Romy Octaviano Prakasa Sophiaan (lahir 31 Oktober 1972) dan Roma Yuliano Prakasa Sophiaan (lahir 17 Juli 1977).

Album musik Saat Aku Sendiri (1986), Nostalgi (2000), rekaman dalam album bersama diantaranya OST Pengantin Remaja (1971), OST Tinggal Ladas Buat Kekasih (1985), dll.

kau yang sering ku lihat
kau yang sering terbayang
dalam tidurku

sinar di matamu 
indahnya bagaikan permata

senyuman yang manis
slalu menghiasi di wajahmu
oh ... engkaulah yang slalu hadir 
di hatiku

seandainya kudapat
bersanding denganmu
selama hidupku

apapun yang ada
pada diriku untuk dirimu

akulah wanita
yang tak pernah suka akan dusta 
oh ... apalagi engkau membagi cinta
dengan yang lain

hanyalah satu yang kuharapkan
hanyalah satu yang aku pinta
sayangilah daku seperti engkau
menyayangi dirimu sendiri

tiada lagi yang kuinginkan
bukannya harta yang kuimpikan
hanyalah kasih yang kudambakan
dari dirimu

akulah wanita
yang tak pernah suka akan dusta 
oh ... apalagi engkau membagi cinta
dengan yang lain

hanyalah satu yang kuharapkan
hanyalah satu yang aku pinta
sayangilah daku seperti engkau
menyayangi dirimu sendiri

tiada lagi yang kuinginkan
bukannya harta yang kuimpikan
hanyalah kasih yang kudambakan
dari dirimu

hanyalah satu yang kuharapkan
hanyalah satu yang aku pinta
sayangilah daku seperti engkau
menyayangi...

Kamis, Desember 16, 2021

Balada Cinta (de Hand's)


Title : BALADA CINTA
Songwriter : MUS MUJIONO
Album : VOLUME 5
Band : DE HAND'S
Recording : INDRA RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Dibentuk tahun 1973, personil :
Mus Mujiono (Nono) / Gitar, Vocal
Zainal Abidin / Bass, Vocal
Harry Syafii / Organ, Vocal
Promono (Pang) / Drum

De Hand's adalah grup musik yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. 
Grup ini dibentuk pada tahun 1973 dengan warna musik pop manis.
De Hand's merupakan singkatan dari nama personelnya yaitu 
Mus Mudjiono ( lead vocal, lead guitar), 
Pang Pramono (drum), 
Zaenal Abidin (bass, vocal), 
Harry Syafii (organ, vocal).
Pada 16 Januari 1973 untuk pertama kalinya De Hands masuk ke dunia rekaman. 
Album perdana yang berjudul Hallo Sayang berhasil menggeser lagu-lagu hit pada zaman itu.

bila kukenang kembali
kisah cinta yang kualami
tak sengaja kutersenyum
dimalam hari yang sunyi sepi

bila kasihku yang suci
kudambakan padamu sayang
tak mungkin aku berdusta
ku kan selalu menyertaimu

kini aku tak tahu cintamu
apakah kau kan sekejam itu
dalam hati bimbang ragu
mungkin kah kau pergi dariku

bila bunga pun berseri
kau datang lagi padaku
seiring kata yang syahdu
membuat hati slalu bersedih

kini aku tak tahu cintamu
apakah kau sekejam itu
dalam hati bimbang ragu
mungkin kah kau pergi dariku

bila bunga pun berseri
kau datang lagi padaku
seiring kata yang syahdu
membuat hati slalu bersedih

Selasa, Desember 14, 2021

Melody Cinta (Reynold Panggabean)


Title : MELODY CINTA
Songwriter : REYNOLD PANGGABEAN
Album : PUBER PERTAMA (POP INDONESIA VOL 1)
Pengiring : REYNOLD (DRUM), IAN (LEAD GUITAR), YOCKIE (KEYBOARD)
Recording : YUKAWI INDO MUSIC / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Reynold Panggabean (lahir 23 Januari 1951) adalah seorang komposer, pemain film, serta penyanyi dan mantan anggota group The Mercy's, juga pimpinan kelompok musik Tarantula.

Reynold mendirikan group musik Orkes Melayu Tarantula pada tahun 1979. Meskipun terbentuk secara tidak sengaja lantaran tawaran label pada Reynold untuk merilis album solo, Reynold justru terinspirasi untuk menjajal irama dangdut. Ia meminta sang istri untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Ia pun lalu menggaet Camelia Malik (Mia) istrinya yang juga merupakan adik dari penyanyi Rock kelompok God Bless Ahmad Albar sebagai vokalisnya. Bukan dangdut sembarang dangdut, tapi dangdut yang dikolaborasikan dengan musik rock, boleh jadi karena basic bermusik Reynold memang bukan di jalur dangdut.

Reynold menjalani pernikahan beda agama dengan penyanyi dangdut Camelia Malik putri tokoh sineas nasional berdarah Minangkabau Djamaluddin Malik pada tahun 1977. Perkawinan tersebut berakhir pada tanggal 2 Maret 1989, setelah dua belas tahun tanpa dikaruniai keturunan. Camelia Malik kemudian menikah lagi dengan aktor Harry Capri, 16 juli 1989.

Reynold kemudian menikah lagi pada tahun 1990 dengan aktris cantik berdarah Manado bernama Anna Tairas. Dari perkawinan ini mereka memperoleh seorang putra bernama Kevin Reyan Panggabean (lahir 6 mei 1990) yang kemudian mengikuti jejaknya sebagai musisi. Disayangkan pula bahwa pernikahan yang berumur 12 tahun itu juga berakhir. Mereka resmi bercerai pada tahun 2002. 

ku nyanyikan sebuah melody cinta
melagukan duka nestapa
akan matinya sebuah pelita

duhai kasih pujaan kalbu
citaku kan tetap bersemi
dengarkanlah jeritan hatiku
yang rindu belaianmu

mengapa hidup ku ini
bagai impian belaka
kau tinggalkan ku sendiri
di dalam sengsara

ku memohon padamu oh Tuhanku
akan kasih ku yang telah tiada
berikan dia kedamaian abadi

mengapa hidup ku ini
bagai impian belaka
kau tinggalkan ku sendiri
di dalam sengsara

mengapa hidup ku ini
bagai impian belaka
kau tinggalkan ku sendiri
di dalam sengsara

Jumat, Desember 03, 2021

Bukan Milkmu (Ucok "AKA" Harahap)


Title : BUKAN MILIKMU
Songwriter : --
Album : POP INDONESIA
Band : UCOK HARAHAP dkk
Recording : IRAMA TARA RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Andalas Datoe Oloan Harahap atau Ucok AKA (25 Mei 1943 – 3 Desember 2009) adalah pemeran dan penyanyi Indonesia. Ia dikenal luas melalui AKA bersama Soenata Tanjung, Syech Abidin, dan Arthur Kaunang. Bersama dengan Ahmad Albar, ia juga pernah membentuk duo dengan nama Duo Kribo. Selain itu, ia juga pernah bermain dalam sejumlah film nasional.

Bakat bermusik Ucok diturunkan dari ayahnya. Ucok adalah anak laki-laki dari Ismail Harahap, seorang musisi yang bukan profesional. Sang ayah sempat memainkan keroncong dan Hawaiian pop yang populer pada dekade 1960-an. Laki-laki berdarah Batak yang lahir di Tanjung Morawa, Sumatra Utara dan besar di Kota Pahlawan, Surabaya ini bekerja sebagai apoteker. Ia menikah dengan seorang perempuan keturunan Perancis, bernama Fransiena Frederika Mahieu. Dari perkawinan tersebut, lahirlah Ucok Andalas Datoe Oloan Harahap, atau akrab disapa Ucok Harahap

aku ... bukanlah milikmu lagi sayang
jangan kau harapkan lagi
aku ... jangan kau pikirkan lagi sayang
semua tinggallah kenangan

tak setiap percintaan diakhiri dengan perkawinan
namun pasti percintaan menuntut pengorbanan

tak setiap percintaan diakhiri dengan perkawinan
namun pasti percintaan menuntut pengorbanan

aku ... doakan kau berbahagia sayang
dengan setulus hatiku
setulus hatiku
setulus hatiku
dengan setulus hatiku
dengan setulus hatiku

Minggu, November 28, 2021

Pra Kisah dan Kisah (Delly Rollies)


Title : PRA KISAH DAN KISAH
Songwriter : OSCAR
Album : KAU (1982)
Band : FARIZ RM DKK
Recording : FLOWER SOUND / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM Radio Promo

Delly Joko Arifin atau yang dikenal dengan nama Delly Rollies lahir pada 1949 ini mengawali sepak terjang dalam karir bermusiknya pada era 1960-an. Sebelum memulai karir panjang bersama The Rollies, terlebih dahulu Delly bergabung dengan grup musik Genta Istana. Barulah pada 1967, Delly bergabung dengan The Rollies sebagai keyboardist atas ajakan Deddy Stanzah yang berperan penting sebagai penggagas terbentuknya The Rollies. Gito, sang vokalis, adalah orang yang terakhir bergabung dengan The Rollies. Di band sebelumnya, Gito sering membawakan repertoar dari Tom Jones, Engelbert Humperdinck, dan sejenisnya. Namun saat bergabung dengan The Rollies, Delly meminta Gito untuk membawakan repertoar dari James Brown, sang godfather musik soul dan funk dunia.

Di samping berkarir dengan The Rollies, pada era 1980-an, Delly juga melakukan solo karir. Justru di solo karir inilah Delly mulai terpancar auranya dan sebagian besar lagunya terdengar berbeda dari kebanyakan musik Indonesia di era itu, bahkan boleh dibilang melampaui masanya. Pada era solo karirnya, Delly masih menggunakan genre musik yang sama dengan The Rollies: soul, funk, dan disko. Album solo pertama Delly berjudul The Prince of Rollies (1982) yang dirilis Musica Studio’s dan menampilkan beberapa komposer seperti Oetje F. Tekol, Erick Van Houten, Dodo Zakaria, dan Jimmie Manopo.

Selanjutnya, Delly melakukan kerjasama dengan label Flower Sound. Di label inilah kejeniusan Delly Rollies dalam meramu musik mulai terlihat. Album pertama Delly di label ini berjudul Pop Jazz (1982). Album ini menafsirkan ulang lagu-lagu pop milik Kiki Maria, Jimmie Manopo, Jacky, Chris Kayhatu, A. Riyanto dll. yang telah eksis sebelumnya dengan nafas soul dan jazz ala Delly sendiri. Masih di tahun yang sama, Delly merilis album berjudul Kau dengan bantuan Fariz RM sebagai music director. Album ini juga sempat dibantu oleh gank-nya Fariz RM di grup Symphony yaitu Ekki Soekarno, Jimmy Pais, dan Herman Gelly.

selembut benang sutra
untai kata-kata
melangkah bersama
dalam cita-cita

memanjat tirai halaman
tuntutan nurani
rindu akan mekar terasa
kan mekar berseri

mekarlah semarak ini
seumpama mawar mekar di kalbu
tumbuh di alam nirwana
seolah membawa cita rasa diri

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

kini kau menyulam kalbu
membisikan lagu
menyanyikan isi hati
tirai sanubari
putih perisai jiwa ini
kau wartakan mimpi
meniti tebing dewasa
tumpuan insani

mekarlah semarak ini
seumpama mawar mekar di kalbu
tumbuh di alam nirwana
seolah membawa cita rasa diri

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

mekarlah semarak ini
seumpama mawar mekar di kalbu
tumbuh di alam nirwana
seolah membawa cita rasa diri

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

biarkan dia bermain
dalam cita rasa di alam bahagia
biarkan dia bermain
dalam cita cita selaras dewasa

Salahku Sendiri (Delly Rollies)


Title : SALAHKU SENDIRI
Songwriter : CHAKEN M
Album : KAU (1982)
Band : FARIZ RM DKK
Recording : FLOWER SOUND / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM Radio Promo

Delly Joko Arifin atau yang dikenal dengan nama Delly Rollies lahir pada 1949 ini mengawali sepak terjang dalam karir bermusiknya pada era 1960-an. Sebelum memulai karir panjang bersama The Rollies, terlebih dahulu Delly bergabung dengan grup musik Genta Istana. Barulah pada 1967, Delly bergabung dengan The Rollies sebagai keyboardist atas ajakan Deddy Stanzah yang berperan penting sebagai penggagas terbentuknya The Rollies. Gito, sang vokalis, adalah orang yang terakhir bergabung dengan The Rollies. Di band sebelumnya, Gito sering membawakan repertoar dari Tom Jones, Engelbert Humperdinck, dan sejenisnya. Namun saat bergabung dengan The Rollies, Delly meminta Gito untuk membawakan repertoar dari James Brown, sang godfather musik soul dan funk dunia.

Di samping berkarir dengan The Rollies, pada era 1980-an, Delly juga melakukan solo karir. Justru di solo karir inilah Delly mulai terpancar auranya dan sebagian besar lagunya terdengar berbeda dari kebanyakan musik Indonesia di era itu, bahkan boleh dibilang melampaui masanya. Pada era solo karirnya, Delly masih menggunakan genre musik yang sama dengan The Rollies: soul, funk, dan disko. Album solo pertama Delly berjudul The Prince of Rollies (1982) yang dirilis Musica Studio’s dan menampilkan beberapa komposer seperti Oetje F. Tekol, Erick Van Houten, Dodo Zakaria, dan Jimmie Manopo.

Selanjutnya, Delly melakukan kerjasama dengan label Flower Sound. Di label inilah kejeniusan Delly Rollies dalam meramu musik mulai terlihat. Album pertama Delly di label ini berjudul Pop Jazz (1982). Album ini menafsirkan ulang lagu-lagu pop milik Kiki Maria, Jimmie Manopo, Jacky, Chris Kayhatu, A. Riyanto dll. yang telah eksis sebelumnya dengan nafas soul dan jazz ala Delly sendiri. Masih di tahun yang sama, Delly merilis album berjudul Kau dengan bantuan Fariz RM sebagai music director. Album ini juga sempat dibantu oleh gank-nya Fariz RM di grup Symphony yaitu Ekki Soekarno, Jimmy Pais, dan Herman Gelly.

awan merah jingga
terbentang indah dipelupuk mataku
angin semilir berhembus
menghanyutkan khayalku

percik tetes embun
tergolek indah bagaikan mutiara
mentari semakin tinggi
membakarmu hilang satu-satu

hasratku kupacu
bila membisu di dermaga kelabu
kucari cintaku meski ku tak 
oo tak mungkin kembali
rindu dalam hati 
terkubur semua dalam cinta kelabu
betapa kusadari 
karna salah ku sendiri

awan merah jingga
terbentang indah dipelupuk mataku
angin semilir berhembus
menghanyutkan khayalku

percik tetes embun
tergolek indah bagaikan mutiara
mentari semakin tinggi
membakarmu hilang satu-satu

hasratku kupacu
bila membisu di dermaga kelabu
kucari cintaku meski ku tak 
oo tak mungkin kembali
rindu dalam hati 
terkubur semua dalam cinta kelabu
betapa kusadari 
karna salah ku sendiri

hasratku kupacu
bila membisu di dermaga kelabu
kucari cintaku meski ku tak
oo tak mungkin kembali
rindu dalam hati
terkubur semua dalam cinta kelabu
betapa kusadari
karna salah ku sendiri

Senin, November 22, 2021

Kau Untuk Ku (Delly Rollies)


Title : KAU UNTUK KU
Songwriter : REVINA D/FARIZ RM
Album : KAU (1982)
Band : FARIZ RM DKK
Recording : FLOWER SOUND

Delly Joko Arifin atau yang dikenal dengan nama Delly Rollies lahir pada 1949 ini mengawali sepak terjang dalam karir bermusiknya pada era 1960-an. Sebelum memulai karir panjang bersama The Rollies, terlebih dahulu Delly bergabung dengan grup musik Genta Istana. Barulah pada 1967, Delly bergabung dengan The Rollies sebagai keyboardist atas ajakan Deddy Stanzah yang berperan penting sebagai penggagas terbentuknya The Rollies. Gito, sang vokalis, adalah orang yang terakhir bergabung dengan The Rollies. Di band sebelumnya, Gito sering membawakan repertoar dari Tom Jones, Engelbert Humperdinck, dan sejenisnya. Namun saat bergabung dengan The Rollies, Delly meminta Gito untuk membawakan repertoar dari James Brown, sang godfather musik soul dan funk dunia.

Di samping berkarir dengan The Rollies, pada era 1980-an, Delly juga melakukan solo karir. Justru di solo karir inilah Delly mulai terpancar auranya dan sebagian besar lagunya terdengar berbeda dari kebanyakan musik Indonesia di era itu, bahkan boleh dibilang melampaui masanya. Pada era solo karirnya, Delly masih menggunakan genre musik yang sama dengan The Rollies: soul, funk, dan disko. Album solo pertama Delly berjudul The Prince of Rollies (1982) yang dirilis Musica Studio’s dan menampilkan beberapa komposer seperti Oetje F. Tekol, Erick Van Houten, Dodo Zakaria, dan Jimmie Manopo.

Selanjutnya, Delly melakukan kerjasama dengan label Flower Sound. Di label inilah kejeniusan Delly Rollies dalam meramu musik mulai terlihat. Album pertama Delly di label ini berjudul Pop Jazz (1982). Album ini menafsirkan ulang lagu-lagu pop milik Kiki Maria, Jimmie Manopo, Jacky, Chris Kayhatu, A. Riyanto dll. yang telah eksis sebelumnya dengan nafas soul dan jazz ala Delly sendiri. Masih di tahun yang sama, Delly merilis album berjudul Kau dengan bantuan Fariz RM sebagai music director. Album ini juga sempat dibantu oleh gank-nya Fariz RM di grup Symphony yaitu Ekki Soekarno, Jimmy Pais, dan Herman Gelly.

oooo
adakah semu
yang tlah kau simpan
sekian lama

kini
tiap tabir ini
bagai buaian
hasrat insani

bersatu dalam cinta antara sesama
terjalin mesra sebentuk bahagia
adakah kau bertanya adakah semesra
ciptakanlah segera

bila di hari ini
menjadi jawab dambaan hati
se... akan bertanya 
tentang segala yang telah tiada

kuingin kau milikku dalam satu jiwa
menjalin cinta antara sesama
kujelang cinta kau kumulai hari ini
langkahkanlah kemuka

bersatu dalam cinta antara sesama
terjalin mesra sebentuk bahagia
adakah kau bertanya adakah semesra
ciptakanlah segera

kuingin kau milikku dalam satu jiwa
menjalin cinta antara sesama
kujelang cinta kau kumulai hari ini
langkahkanlah kemuka

Sabtu, November 20, 2021

Tujuh Purnama (Eddy Silitonga)


Title : TUJUH PURNAMA
Songwriter : PANCE
Album : POP INDONESIA
Band : LOLYPOP BAND
Recording : LIFE RECORD

Charles Edison Silitonga (17 Januari 1949 – 25 Agustus 2016), yang lebih dikenal dengan nama Eddy Silitonga, adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatra Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun berkuliah di Institut Teknologi Mapua di Filipina dan membentuk group sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976 - 1979. Kemudian ia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto

tujuh purnama
kau kunanti penuh rindu
mega kelabu mengitari hati ini

jemari rindu
mengusap relung kalbuku
adakah jua kerinduan dihatimu

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku
mengapakah jua kau menjelma

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

jemari rindu
mengusap relung kalbuku
adakah jua kerinduan dihatimu

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku
mengapakah jua kau menjelma

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku

Hanya Untukmu (Eddy Silitonga)


Title : HANYA UNTUKMU
Songwriter : ANTO
Album : POP INDONESIA
Band : LOLYPOP BAND
Recording : LIFE RECORD

Charles Edison Silitonga (17 Januari 1949 – 25 Agustus 2016), yang lebih dikenal dengan nama Eddy Silitonga, adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatra Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun berkuliah di Institut Teknologi Mapua di Filipina dan membentuk group sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976 - 1979. Kemudian ia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto

sebening embun pagi
rasa cintaku
kan ku persembahkan padamu
pujaan hatiku

selembut angin lalu
kata cintaku
ku bisikan hanya padamu
dengan penuh rasa rindu

kau pelita hatiku
kau tumpuan cintaku
kau harapan terakhir
mencapai hidup bahagia

selembut angin lalu
kata cintaku
ku bisikan hanya padamu
dengan penuh rasa rindu

kau pelita hatiku
kau tumpuan cintaku
kau harapan terakhir
mencapai hidup bahagia

bahagia ...

Dia (Bonnie Rollies)


Title : DIA
Song Writer : BONNIE & BUDIE
Recording : DS RECORD

Nama  Lengkap          : Raden Bonnie Nurdaya
Nama Populer             : Bonnie Rollies
Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya 1 November 1948
Meninggal Dunia        : Bandung 13 Juli 2003

Bonnie mengawali karirnya sebagai pemusik saat bergabung dengan band Trikada pada tahun 1964 di Bandung.Lalu bergabung dengan band Paramour nya Djadjat.Di tahun 1969 Bonnie ikut bergabung dengan The Rollies menggantikan posisi gitaris TZ Iskandar yang pindah posisi memainkan saxophone.

Selain itu Bonnie sejak akhir 70an juga merintis solo karir.Bonnie juga sempat membuat album kolaborasi dengan pemain kecapi Supeno Braga Stone.Di era 80an Bonnie pernah bereksperimen menggabungkan musik rock dengan kendang karawaitan Sunda dengan nama Punk Reog.

Selasa, November 16, 2021

Kapankah Semuanya Berakhir (Ade Manuhutu)


Title : KAPANKAH SEMUANYA BERAKHIR
Songwriter : Chaken M
Album : Super Star Pop '78 (Various Artist)
Iringan : THE MEICY BAND (DE MEICY)
Recording : REMACO 

bilakah nanti fajar kan merekah 
menyinari hidupku
diatas puing-puing kehancuran
ku berdiri menantikannya
kuingin langkahkan kakiku 
menghindarikan diriku
oh kuingin penderitaan ini
berlalu dari hidupku

kini ... aku menyadari
pahitnya kehidupan ini
mengapa harus kualami
mengapa ooo mengapa

berduri menusuk dalam hati
pedihnya menyiksa diriku
oh kapankah semuanya berakhir
entah kapan aku pun tak tahu

berakhirlah derita datanglah bahagia
berakhirlah derita datanglah bahagia

kuingin langkahkan kakiku
menghindarikan diriku
oh kuingin penderitaan ini
berlalu dari hidupku

kini ... aku menyadari
pahitnya kehidupan ini
mengapa harus kualami
mengapa ooo mengapa

berduri menusuk dalam hati
pedihnya menyiksa diriku
oh kapankah semuanya berakhir
entah kapan aku pun tak tahu

kini ... aku menyadari
pahitnya kehidupan ini
meng...

Sejak Engkau Datang (Bob Tutupoly)


Title : SEJAK ENGKAU DATANG
Songwriter : ADRIYADIE
Album : Super Star Pop '78 (Various Artist)
Iringan : DE MEICY BAND
Recording : REMACO

dulu waktu daku sendiri
hidup terasa sunyi
seakan daku tak berarti
tanpa belai dan kasih
selalu ingin menghindari
slalu ingin menyepi

namun sejak dirimu datang
hadir dalam hatiku
tak lagi aku merasakan
hampa dalam hidupku
kuingin lebih lama lagi
hidup dengan cintamu

kini segalanya itu menjadi indah karenamu
kini tak lagi ada bimbang dihatiku
hanya satu pintaku kepada dirimu sayangku
engkau percayalah akan cintaku padamu

kuingin lebih lama lagi
hidup dengan cintamu

kini segalanya itu menjadi indah karenamu
kini tak lagi ada bimbang dihatiku
hanya satu pintaku kepada dirimu sayangku
engkau percayalah akan cintaku padamu

kini segalanya itu menjadi indah karenamu
kini tak lagi ada bimbang dihatiku
hanya satu ...

Sabtu, November 13, 2021

Gitarku (Broery Pesulima)


Title : GITARKU
Songwriter : Bartje Van Houten
Album : Super Star Pop '78 (Various Artist)
Iringan : DE MEICY BAND
Recording : REMACO  /  Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

dengarlah suara gitar ini
nadanya yang bening mengalun
menyampaikan salam lagu syahdu
senada dengan cita dan cintamu

kau sungguh mesranya saat ini
seakan dunia milik kau dan aku
kupetik gitarku satu satu
dan kau bersenandung lagu syahdu

kuingin lagu itu kan abadi
bergema dihatiku dan hatimu

kuingin semua akan abadi
di dalam hatiku hatimu

kau sungguh mesra saat ini
seakan dunia milik kau dan aku
setiap kupetik gitar ini
seakan kau ada disisiku
menyampaikan salam lagu syahdu
senada dengan cita dan cintamu
senada dengan cita dan cintamu

Jumat, November 12, 2021

Menanti (Bonnie Rollies)


Bonnie mengawali karirnya sebagai pemusik saat bergabung dengan band Trikada pada tahun 1964 di Bandung.Lalu bergabung dengan band Paramour nya Djadjat.Di tahun 1969 Bonnie ikut bergabung dengan The Rollies menggantikan posisi gitaris TZ Iskandar yang pindah posisi memainkan saxophone.

Selain itu Bonnie sejak akhir 70an juga merintis solo karir.Bonnie juga sempat membuat album kolaborasi dengan pemain kecapi Supeno Braga Stone.Di era 80an Bonnie pernah bereksperimen menggabungkan musik rock dengan kendang karawaitan Sunda dengan nama Punk Reog.

Dia (Eddy Silitonga)


Charles Edison Silitonga (17 Januari 1949 – 25 Agustus 2016), yang lebih dikenal dengan nama Eddy Silitonga, adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatra Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun berkuliah di Institut Teknologi Mapua di Filipina dan membentuk group sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976 - 1979. Kemudian ia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto ~~wikipedia.org~~

Rabu, November 10, 2021

Bunga Mati (Rhapsodia)


Title : BUNGA MATI
Songwriter : DAVE TAHUHEY
Album : POP INDONESIA
Band : RHAPSODIA
Leader : MAHYOEL

Bermula dengan menggunakan nama Rhapsodia pada akhir dasawarsa 60an, terdiri atas  Alam (vokalis),Ibung (drums),Alfred (gitar),Sondang (organ) dan Utte M Thahir (bass).Band ini sempat beberapa kali berganti personil hingga akhirnya masuk Deddy Dorres (gitar,organ,vokal) dan Soleh Sugiarto Djajadihardja (drums,vokal).

Tahun 1972 Awie dari Purnama Record Jakarta tertarik merilis rekaman Rhapsodia.Band Bandung ini lalu menandatangani kontrak rekaman dengan Purnama Record.Rhapsodia akhirnya melakukan kompromi,mereka tak sepenuhnya membawakan lagu bernuansa rock.Dalam kondisi fifty-fifty Rhapsodia menyanyikan lagu rock dan juga pop melankolik.

Formasi Freedom of Rhapsodia lalu berubah dengan masuknya Dave Tahuhey (gitar),Johannes Sarwono (organ) serta Kiky (drums).


Selasa, November 09, 2021

Insan Dunia (Rhapsodia)


Bermula dengan menggunakan nama Rhapsodia pada akhir dasawarsa 60an, terdiri atas  Alam (vokalis),Ibung (drums),Alfred (gitar),Sondang (organ) dan Utte M Thahir (bass).Band ini sempat beberapa kali berganti personil hingga akhirnya masuk Deddy Dorres (gitar,organ,vokal) dan Soleh Sugiarto Djajadihardja (drums,vokal).

Tahun 1972 Awie dari Purnama Record Jakarta tertarik merilis rekaman Rhapsodia.Band Bandung ini lalu menandatangani kontrak rekaman dengan Purnama Record.Rhapsodia akhirnya melakukan kompromi,mereka tak sepenuhnya membawakan lagu bernuansa rock.Dalam kondisi fifty-fifty Rhapsodia menyanyikan lagu rock dan juga pop melankolik.

Formasi Freedom of Rhapsodia lalu berubah dengan masuknya Dave Tahuhey (gitar),Johannes Sarwono (organ) serta Kiky (drums).

Senin, November 08, 2021

Balada Cinta (Rhapsodia)



Bermula dengan menggunakan nama Rhapsodia pada akhir dasawarsa 60an, terdiri atas  Alam (vokalis),Ibung (drums),Alfred (gitar),Sondang (organ) dan Utte M Thahir (bass).Band ini sempat beberapa kali berganti personil hingga akhirnya masuk Deddy Dorres (gitar,organ,vokal) dan Soleh Sugiarto Djajadihardja (drums,vokal).

Tahun 1972 Awie dari Purnama Record Jakarta tertarik merilis rekaman Rhapsodia.Band Bandung ini lalu menandatangani kontrak rekaman dengan Purnama Record.Rhapsodia akhirnya melakukan kompromi,mereka tak sepenuhnya membawakan lagu bernuansa rock.Dalam kondisi fifty-fifty Rhapsodia menyanyikan lagu rock dan juga pop melankolik.

Formasi Freedom of Rhapsodia lalu berubah dengan masuknya Dave Tahuhey (gitar),Johannes Sarwono (organ) serta Kiky (drums).

Selasa, Juni 01, 2021

Karir dan Cita-citaku (Eddy Silitonga)

Judul : Karier dan Cita-citaku Album : Super Star Pop '78 (Various Artist) Karya : Bartje van Houten Band Pengiring : De Meicy

Pertama kali ku mencoba pergi meninggalkan kota ku ibu dan ayah kutinggalkan begitupun dengan saudaraku Mulanya kuingin menuntut ilmu demi masa depan diriku ini namun kutak dapat melanjutkannya karena musiklah yang memanggilku Tlah kuciptakan lagu untuk semua sahabatku sebagai pengganti diriku ini walaupun kini diriku jauh Oh Tuhanku tunjukkan jalan kepada diriku agar kudapat melanjutkan karirku untuk mencapai cita-cita dalam hidupku Mulanya kuingin menuntut ilmu demi masa depan diriku ini namun kutak dapat melanjutkannya karena musiklah yang memanggilku Tlah kuciptakan lagu untuk semua sahabatku sebagai pengganti diriku ini walaupun kini diriku jauh Oh Tuhanku tunjukkan jalan kepada diriku agar kudapat melanjutkan karirku untuk mencapai cita-cita dalam hidupku Tlah kuciptakan lagu untuk semua sahabatku sebagai pengganti diriku ini walaupun kini ...

Rabu, Mei 12, 2021

SELAMAT IEDUL FITRI 1442 H

SELAMAT HARI LEBARAN
Penyanyi : OSLAN HUSEIN
Penulis Lagu : M. JUSUF
Pengiring : ORKES WIDJAJA KUSUMA

Selamat hari lebaran
Minal aidin wal faizin
Mari bersalam-salaman
Saling bermaaf-maafan
Ikhlaskanlah diri mu
Sucikanlah hati mu
Sebulan berpuasa
Jalankan perintah agama
Selamat hari lebaran
Minal aidin wal faizin
Mari mengucapkan syukur
Ke hadirat Illahi
Kita berkumpul semua
Bersama sanak saudara
Tak lupa kawan semua
Jumpa di hari bahagia
Selamat hari lebaran
Minal aidin wal faizin

Kharisma Alam (Kharisma Alam VG)

KHARISMA ALAM
Album : Sketsa Seni Musik
Judul : KHARISMA ALAM
Karya : R. Bambang Hendrasto
Vocal : R. Bambang Hendrasto
Produksi : Purnama Record (1 x Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM )

Grup musik Kharisma Alam dibentuk oleh penulis lagu dan komposer, Bambang Tondo bersama tiga teman kampusnya di Fakultas Hukum Brawijaya, Malang.

Pada pengerjaan debut album Sketsa Seni Musik, grup ini juga diperkuat oleh tiga vokalis latar wanita yang bernyanyi dengan berani sekaligus menambah ketebalan warna pada departemen vokal pada album ini, 
mengimbangi suara Bambang Tondo yang memiliki timbre tipis dan terkadang terdengar malu-malu.

R. Bambang Hendrasto, alias Bambang Tondo, frontman/mastermind kelompok musik Kharisma Alam, dengan tiga perempuan blasteran yang menjadi backing vocal-nya: Babsye, Debbie, Patty

KHARISMA ALAM

Manusia tercipta dalam garis kharisma 
karena keagungan yang kuasa

Dia lahir di fajar pagi
gagah jantan cermin lelaki
kecil mungil elok berseri
ayahbunda senyum bahagia
mengiringi lahir sang putra
ayah bunda janji padanya
mendidik hidup sederhana

Surya terang menyinar hidupnya
Putra fajar memimpin dirinya
Sang putra menyandang gitar biola
berbaur bersama rakyat jelata
Surya terang menyinar hidupnya
Putra fajar memimpin dirinya

Dia lahir di fajar pagi
gagah jantan cermin lelaki
kecil mungil elok berseri
ayahbunda senyum bahagia
mengiringi lahir sang putra
ayah bunda janji padanya
mendidik hidup sederhana

Surya terang menyinar hidupnya
Putra fajar memimpin dirinya
Sang putra menyandang gitar biola
berbaur bersama rakyat jelata
Surya terang menyinar hidupnya
Putra fajar memimpin dirinya

Fajar telah terbit di ufuk timur
Seiring lentingan tangis bayi
Perpaduan antara cinta dan cita
Dalam alunan nada kharisma
Alam menyambut lepas
Dan kharisma membahana bebas
Terpadu dalam kesatuan kharisma
Kharisma
Kharisma
Kharisma alam

Minggu, Mei 09, 2021

Gending Banyuwangi - Sayu Wiwit (Kusniah)


Andikaniro Raden Wijaya:
Bapa Wirajaya, tan sipi gunge hutang isun ing sira nun katekan sadya nisun, isun parone tembe bhumi Jawa, sira amuktia sapalih, isun sapalih

Pararaton Pupuh VI berisi awal kesepakatan Sumenep antara Raden Wijaya dan Aris Wirajaya

Sayu Wiwit, the Empress Susuhunan Ratu of Mount Raung
Sayu Wiwit asal kata Mas Ayu Wiwit, Sayu Wiwit adalah Manggal / Senopati Perang, tetapi seorang wanita berasal dari kedhaton (Lateng) adalah Putri dari Mas Gumuk Jati (Mas saat itu merupakan gelas bangsawan).
Sayu Wiwit dibawa ke negara Bayu oleh ayah ibunya ketika prajurit Belanda (mungkin kala itu VOC) datang dan membuat loji (benteng) di Lateng (saat ini Lateng adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Banyuwangi bagian timur laut, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur). Selengkapnya silahkan baca di :

Kharisma Alam

Grup musik Kharisma Alam dibentuk oleh penulis lagu dan komposer, Bambang Tondo bersama tiga teman kampusnya di Fakultas Hukum Brawijaya, Malang.

Pada pengerjaan debut album Sketsa Seni Musik, grup ini juga diperkuat oleh tiga vokalis latar wanita yang bernyanyi dengan berani sekaligus menambah ketebalan warna pada departemen vokal pada album ini, 
mengimbangi suara Bambang Tondo yang memiliki timbre tipis dan terkadang terdengar malu-malu.

R. Bambang Hendrasto, alias Bambang Tondo, frontman/mastermind kelompok musik Kharisma Alam, dengan tiga perempuan blasteran yang menjadi backing vocal-nya: Babsye, Debbie, Patty.

Lirik lagu :

NYANYIAN ANGSA

Jalan lurus kulalui
dalam perantauan
Arti hidup kumengerti
penuh kekaguman

Saling iri saling dengki
si kaya pun merajai
si miskin sedih
menangisi arti hidup di dunia ini

Nyanyian angsa bercerita
Nyanyian angsa berbicara
Mengungkapkan isi dunia
Melukiskan warna dunia

ooo

Hidup tentram sejahtera
idaman manusia
Tercapaikan cita ini
atau tlah terbukti

Saling iri saling dengki
fitnahan pun kualami
bulan bersedih
menangisi arti hidup di dunia ini

Reff:
Nyanyian angsa bercerita
Nyanyian angsa berbicara
Mengungkapkan isi dunia
Melukiskan warna dunia

ooo

Jalan lurus kulalui
dalam perantauan
Arti hidup kumengerti
penuh kekaguman

Saling iri saling dengki
fitnahan pun kualami
bulan bersedih
menangisi arti hidup di dunia ini

Reff:
Nyanyian angsa bercerita
Nyanyian angsa berbicara
Mengungkapkan isi dunia
Melukiskan warna dunia

ooo

Banner 468

must to search