Rabu, Januari 12, 2022

Sayang Padamu (Mus Mulyadi)


Title : SAYANG PADAMU
Songwriter : MUSTAFA WIRYAT
Album : TIADA CINTA LAGI
Backing Music : THE SHEEP'S (Leader: MUS MULYADI)
Recording : MUSICA STUDIO / INDRA RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Mus Mulyadi (14 Agustus 1945 – 11 April 2019) adalah penyanyi keroncong Indonesia. Ia bahkan mendapat julukan sebagai si "Buaya Keroncong". Beberapa lagunya yang menjadi hit antara lain, "Kota Solo", "Dinda Bestari", "Telomoyo", dan "Jembatan Merah". Ia pernah menjadi anggota Favourite's Group. Istrinya juga seorang penyanyi, Helen Sparingga, dan adiknya juga menjadi penyanyi pop & jazz Mus Mujiono pada era 1980-an.

Terlahir dengan nama Mulyadi, dilahirkan di Kota Buaya, dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota itu. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara anak dari pasangan Ali Sukarni dan Muslimah. Bakat seninya tumbuh secara otodidak karena pengaruh dalam keluarganya yang memang seniman. Meskipun ia tidak pernah dirancang oleh ayahnya yang berprofesi sebagai pemain Gamelan untuk mengikuti jejaknya. Tiga saudaranya memilih berkecimpung dalam bidang seni tarik suara. Dua kakaknya yakni Sumiati berprofesi sebagai penyanyi keroncong di Belanda dan abangnya Mulyono dikenal di Surabaya sebagai penyanyi keroncong. Selain itu adiknya Mus Mujiono pun pada akhirnya terjun ke dunia musik dengan memilih musik jazz dan pop sebagai jalur pilihan kariernya

siapa bilang tak sayang
siapa bilang aku benci
aku tak pernah bilang
marah padamu

dengarlah oh sayang 
kata hatiku
bukan ku merayumu
bukan cemburu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku
sayang padamu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku 
sayang padamu

siapa bilang tak sayang
siapa bilang aku benci
aku tak pernah bilang
marah padamu

dengarlah oh sayang
kata hatimu
bukan ku merayumu
bukan cemburu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku 
sayang padamu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku 
sayang padamu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku 
sayang padamu

dekat dekat padaku
aku kan memelukmu
begitulah maksudku 
sayang padamu

Senin, Januari 10, 2022

Embun Pagi (Laily Dimjathie)


Title : EMBUN PAGI
Songwriter : SUMO S
Album : SELF TITLE
Music : BAND 4 NADA (Leader : JADIN / A RIYANTO
Recording : MUTIARA RECORD / REMACO / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

embun pagi rintik meluruh
pelahan lahan jatuh ke bumi

dini hari kabut bertebar
suatu tanda menjelang terang

menunggu embun turun disiang hari
itu sangat tak mungkin akan terjadi

ku menanti kasih sayangmu
itu semua lukisan hati

menunggu embun turun disiang hari
itu sangat tak mungkin akan terjadi

ku menanti kasih sayangmu
itu semua lukisan hati

Minggu, Januari 02, 2022

Menanti Kepastian (Laily Dimjathie)


Title : MENANTI KEPASTIAN
Songwriter : JASIR SJAM
Album : SELF TITLE
Music : BAND 4 NADA (Leader : JADIN / A RIYANTO
Recording : MUTIARA RECORD / REMACO / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

tiada kuharapkan maafmu kepadaku
kalau kau tetap begitu takda ampun bagimu

megalah condong sudah malampun tlah berganti
hatiku gundah gulana bila ingat sikapmu

kuharap pengertianmu yang kini kunantikan
seulas kata yang pasti seraut wajah yang murni

megalah condong sudah malampun tlah berganti
hatiku gundah gulana bila ingat sikapmu

seulas kata yang pasti seraut wajah yang murni

megalah condong sudah malampun tlah berganti
hatiku gundah gulana bila ingat sikapmu

Sabtu, Januari 01, 2022

Tanya (Slyvia Saartje)


Title : TANYA
Album : MENTARI KELABU (1980)
Music : WILLY SUMANTRI
Recording : IRAMA TARA / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM

Sylvia Saartje (lahir 15 September 1956) adalah seorang penyanyi rock berkebangsaan Indonesia. Sylvia merupakan penyanyi wanita Indonesia pertama yang diberi gelar Lady Rocker. Julukan tersebut diberikan pertama kali oleh majalah musik Aktuil pada tahun 1970an. Ia juga akrab dikenal dengan panggilan "Jipi", yang merupakan panggilannya oleh teman-teman dan kerabatnya. Ia adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara pasangan Nedju Tuankotta yang berasal dari Ambon, Maluku dan Christina Tuyem yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Pada tahun 1962, keluarga Sylvia Saartje memutuskan untuk pindah dari Belanda ke Indonesia. Awalnya, mereka tinggal di Jakarta sebelum kemudian pindah ke Kota Malang.

diantara nada nada yang sumbang seakan paksa
ku melangkah dan melangkah diiringi berjuta tanda tanya

diantara wajah wajah yang layu tiada berdaya
ku melangkah dan melangkah bertemankan sejuta tanda tanya

oooo pada siapa ku bertanya
oooo pada siapa jawabannya
mengapakah kau bersedih
mengapakah kau merintih
mengapakah kau berduka
biarkanlah itu semua
biarkanlah itu berlalu
biarkanlah itu semua berlalu

diantara wajah wajah yang layu tiada berdaya
ku melangkah dan melangkah bertemankan sejuta tanda tanya

oooo pada siapa ku bertanya
oooo pada siapa jawabannya
mengapakah kau bersedih
mengapakah kau merintih
mengapakah kau berduka
biarkanlah itu semua
biarkanlah itu berlalu
biarkanlah itu berlalu
biarkanlah itu berlalu
biarkanlah itu berlalu

Banner 468

must to search