Sylvia Saartje (lahir 15 September 1956) adalah seorang penyanyi rock berkebangsaan Indonesia. Sylvia merupakan penyanyi wanita Indonesia pertama yang diberi gelar Lady Rocker. Julukan tersebut diberikan pertama kali oleh majalah musik Aktuil pada tahun 1970an. Ia juga akrab dikenal dengan panggilan "Jipi", yang merupakan panggilannya oleh teman-teman dan kerabatnya. Ia adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara pasangan Nedju Tuankotta yang berasal dari Ambon, Maluku dan Christina Tuyem yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Pada tahun 1962, keluarga Sylvia Saartje memutuskan untuk pindah dari Belanda ke Indonesia. Awalnya, mereka tinggal di Jakarta sebelum kemudian pindah ke Kota Malang.
diantara nada nada yang sumbang seakan paksa
ku melangkah dan melangkah diiringi berjuta tanda tanya
diantara wajah wajah yang layu tiada berdaya
ku melangkah dan melangkah bertemankan sejuta tanda tanya
oooo pada siapa ku bertanya
oooo pada siapa jawabannya
mengapakah kau bersedih
mengapakah kau merintih
mengapakah kau berduka
biarkanlah itu semua
biarkanlah itu berlalu
biarkanlah itu semua berlalu
diantara wajah wajah yang layu tiada berdaya
ku melangkah dan melangkah bertemankan sejuta tanda tanya
Pada volume 12 ini personil The Mercy's tinggal bertiga, setelah keluarnya Charles H, maka pada rekaman album ini dibantu oleh Yockie Suryoprayogo pada keyboard (yang lebih dikenal sebagai pemain keyboardnya rock-band God Bless), meski pada hasil rekaman, walaupun hasil rekaman suara keyboard tidak jauh beda dengan rekaman-rekaman bersama Charles H.
Recording : MUSICA STUDIO/FM RECORD / Vinyl LP 12" 33 1/3 RPM
The Singers adalah kelompok musik yang lahir pada tahun 1967 dengan personel Neneng Salmiah ( leader, rhythm, vokal), Tuty Thaher (bas, vokal), Sally Sardjan (organ, vokal), Henny Purwanegara (drum, vokal), Shinta Dungga (rhythm, vokal), dan Uun Syarbini (melodi). Secara resmi mereka mengumumkan terbentuknya The Singers pada Januari 1968, dengan mengusung aliran musik perpaduan latin dan sweet pop. Pada tahun yang sama pula The Singers masuk dapur rekaman untuk pertama kali dan memainkan lagu "Marlina" karya D. Djauhari, "Jali-jali " (Instrumental), "Land of 1000", "Dances", "Oh Tuhan", "Baby Your Gone", "Salam Perpisahan", yang dimainkan dalam bentuk Long Play. Pada masa itu The Singer mampu menarik penikmat musik tanah air dan mampu bersaing dengan grup band wanita lainnya seperti, Dara Puspita, Monalisa, Miscellina, dan The Beach Girls. Henny Purwanegara memilih hengkang karena terjadi konflik internal, disusul Shinta Dungga yang mengundurkan diri setelah pernikahannya. Mulai dari situ terus terjadi pergantian personel, nama-nama seperti Lies Royani, Iwan, dan Inneke Nasution pernah mengisi posisi kosong The Singers. Iwan menjadai satu-satunya personel lelaki. Selama pergantian formasi grup band ini berhasil mengeluarkan hit seperti " Derita Seorang Wanita", "Surat Putus Cinta", dan "Akhirnya".[1]
Tahun 1992, The Singers kembali ke panggung musik dengan formasi awal Neneng Salmiah, Tuty Thaher, Sally Sardja, Henny Purwanegara, Shinta Dungga, dan Uun Syarbini. Tiga tahun kemudian Uun Syarbini tutup usia karena kanker rahim. Tanpa Uun, band ini tetap tampil dengan mengisi acara hiburan seperti Melody Menari, Tembang Kenangan, dan Famili 100.