Senin, November 22, 2021

Kau Untuk Ku (Delly Rollies)


Title : KAU UNTUK KU
Songwriter : REVINA D/FARIZ RM
Album : KAU (1982)
Band : FARIZ RM DKK
Recording : FLOWER SOUND

Delly Joko Arifin atau yang dikenal dengan nama Delly Rollies lahir pada 1949 ini mengawali sepak terjang dalam karir bermusiknya pada era 1960-an. Sebelum memulai karir panjang bersama The Rollies, terlebih dahulu Delly bergabung dengan grup musik Genta Istana. Barulah pada 1967, Delly bergabung dengan The Rollies sebagai keyboardist atas ajakan Deddy Stanzah yang berperan penting sebagai penggagas terbentuknya The Rollies. Gito, sang vokalis, adalah orang yang terakhir bergabung dengan The Rollies. Di band sebelumnya, Gito sering membawakan repertoar dari Tom Jones, Engelbert Humperdinck, dan sejenisnya. Namun saat bergabung dengan The Rollies, Delly meminta Gito untuk membawakan repertoar dari James Brown, sang godfather musik soul dan funk dunia.

Di samping berkarir dengan The Rollies, pada era 1980-an, Delly juga melakukan solo karir. Justru di solo karir inilah Delly mulai terpancar auranya dan sebagian besar lagunya terdengar berbeda dari kebanyakan musik Indonesia di era itu, bahkan boleh dibilang melampaui masanya. Pada era solo karirnya, Delly masih menggunakan genre musik yang sama dengan The Rollies: soul, funk, dan disko. Album solo pertama Delly berjudul The Prince of Rollies (1982) yang dirilis Musica Studio’s dan menampilkan beberapa komposer seperti Oetje F. Tekol, Erick Van Houten, Dodo Zakaria, dan Jimmie Manopo.

Selanjutnya, Delly melakukan kerjasama dengan label Flower Sound. Di label inilah kejeniusan Delly Rollies dalam meramu musik mulai terlihat. Album pertama Delly di label ini berjudul Pop Jazz (1982). Album ini menafsirkan ulang lagu-lagu pop milik Kiki Maria, Jimmie Manopo, Jacky, Chris Kayhatu, A. Riyanto dll. yang telah eksis sebelumnya dengan nafas soul dan jazz ala Delly sendiri. Masih di tahun yang sama, Delly merilis album berjudul Kau dengan bantuan Fariz RM sebagai music director. Album ini juga sempat dibantu oleh gank-nya Fariz RM di grup Symphony yaitu Ekki Soekarno, Jimmy Pais, dan Herman Gelly.

oooo
adakah semu
yang tlah kau simpan
sekian lama

kini
tiap tabir ini
bagai buaian
hasrat insani

bersatu dalam cinta antara sesama
terjalin mesra sebentuk bahagia
adakah kau bertanya adakah semesra
ciptakanlah segera

bila di hari ini
menjadi jawab dambaan hati
se... akan bertanya 
tentang segala yang telah tiada

kuingin kau milikku dalam satu jiwa
menjalin cinta antara sesama
kujelang cinta kau kumulai hari ini
langkahkanlah kemuka

bersatu dalam cinta antara sesama
terjalin mesra sebentuk bahagia
adakah kau bertanya adakah semesra
ciptakanlah segera

kuingin kau milikku dalam satu jiwa
menjalin cinta antara sesama
kujelang cinta kau kumulai hari ini
langkahkanlah kemuka

Sabtu, November 20, 2021

Tujuh Purnama (Eddy Silitonga)


Title : TUJUH PURNAMA
Songwriter : PANCE
Album : POP INDONESIA
Band : LOLYPOP BAND
Recording : LIFE RECORD

Charles Edison Silitonga (17 Januari 1949 – 25 Agustus 2016), yang lebih dikenal dengan nama Eddy Silitonga, adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatra Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun berkuliah di Institut Teknologi Mapua di Filipina dan membentuk group sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976 - 1979. Kemudian ia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto

tujuh purnama
kau kunanti penuh rindu
mega kelabu mengitari hati ini

jemari rindu
mengusap relung kalbuku
adakah jua kerinduan dihatimu

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku
mengapakah jua kau menjelma

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

jemari rindu
mengusap relung kalbuku
adakah jua kerinduan dihatimu

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku
mengapakah jua kau menjelma

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

tujuh purnama
engkau kunanti
sayang sayang betapa rinduku

bintang dan rembulan
tak lagi tersenyum lirih
segalanya senyum dalam bisu

hatiku berkeluh
kian terasa membeku

Hanya Untukmu (Eddy Silitonga)


Title : HANYA UNTUKMU
Songwriter : ANTO
Album : POP INDONESIA
Band : LOLYPOP BAND
Recording : LIFE RECORD

Charles Edison Silitonga (17 Januari 1949 – 25 Agustus 2016), yang lebih dikenal dengan nama Eddy Silitonga, adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatra Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun berkuliah di Institut Teknologi Mapua di Filipina dan membentuk group sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976 - 1979. Kemudian ia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto

sebening embun pagi
rasa cintaku
kan ku persembahkan padamu
pujaan hatiku

selembut angin lalu
kata cintaku
ku bisikan hanya padamu
dengan penuh rasa rindu

kau pelita hatiku
kau tumpuan cintaku
kau harapan terakhir
mencapai hidup bahagia

selembut angin lalu
kata cintaku
ku bisikan hanya padamu
dengan penuh rasa rindu

kau pelita hatiku
kau tumpuan cintaku
kau harapan terakhir
mencapai hidup bahagia

bahagia ...

Dia (Bonnie Rollies)


Title : DIA
Song Writer : BONNIE & BUDIE
Recording : DS RECORD

Nama  Lengkap          : Raden Bonnie Nurdaya
Nama Populer             : Bonnie Rollies
Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya 1 November 1948
Meninggal Dunia        : Bandung 13 Juli 2003

Bonnie mengawali karirnya sebagai pemusik saat bergabung dengan band Trikada pada tahun 1964 di Bandung.Lalu bergabung dengan band Paramour nya Djadjat.Di tahun 1969 Bonnie ikut bergabung dengan The Rollies menggantikan posisi gitaris TZ Iskandar yang pindah posisi memainkan saxophone.

Selain itu Bonnie sejak akhir 70an juga merintis solo karir.Bonnie juga sempat membuat album kolaborasi dengan pemain kecapi Supeno Braga Stone.Di era 80an Bonnie pernah bereksperimen menggabungkan musik rock dengan kendang karawaitan Sunda dengan nama Punk Reog.

Banner 468

must to search