Minggu, Maret 11, 2012

MENGIRIM FILE DENGAN e-MAIL GMAIL


Mengirim dengan akun e-mail GMail

  • Klik Compose Mail/Kirim Surat

Persiapan membuat surat/pengiriman file melalui e-mail
  • Tuliskan alamat e-mail yang dituju, judul kiriman, tuliskan isi surat/e-mail, dan upload Lampiran/Attachment file-file yang dikirim 
     

  • Pilih file yang akan dilampirkan/attachment (jika hanya satu file yang dilampirkan)


  • Pilih file yang akan dilampirkan/attachment (jika jumlah file yang dilampirkan lebih dari satu)


  • Pilih dan masukkan file pertama...


  • Pilih dan masukkan file berikutnya...


  • File-file lampiran sudah dimasukkan


  • Klik tombol Send/Kirim


  • Jika ada kesalahan maka akan dikirimkan e-mail kesalahan, dan adakan perbaikan, biasanya karena salah menuliskan alamat tujuan/kontak e-mail





Mengirim dengan akun e-mail Yahoo, klik untuk mempelajari


Mengirim dengan akun e-mail Hotmail, klik untuk mempelajari

MENGIRIM FILE DENGAN e-MAIL YAHOO

Mengirim dengan akun e-mail Yahoo
  • Klik Compose/Tulis Pesan
mempersiapkan mengirim file melalui e-mail akun
  • Tuliskan alamat e-mail yang dituju, judul kiriman, tuliskan isi surat/e-mail, dan upload Lampiran/Attachment file-file yang dikirim
Pengisian tujuan (Dikirim ke atau Kepada atau Mail to harus tepat
  •   Pilih file ke-1 yang akan dilampirkan/attachment

Memasukkan file yang akan dikirim, kadang butuh menunggu...
  •  Pilih file ke-2 yang akan dilampirkan/attachmen

  •  File-file yang dilampirkan siap diupload
Klik Lampirkan/Attach untuk mengunggah/upload
  •  Klik Kirim untuk mengirikan e-Mail dengan lampiran/attachment -nya
Klik Kirim/Send untuk melakukan pengiriman
  •  e-Mail telah terkirim
Pesan telah terkirim

  • Pesan Salah Kirim, Setelah meng-klik tombol Kirim/Send bukan berarti sudah selesai, jika terjadi kesalahan maka kita akan dikirimi pesan salah kirim (Failure Notice), maka kita harus membetulkan kesalahan dengan melihat pesan tersebut, jika tidak ada kiriman berarti kiriman telah benar. Kesalahan terutama karena salah menuliskan alamat e-mail yang kita kirimi, karenanya dianggap tidak ada, maka telitilah penulisan alamat dengan baik dan tuliskan dengan benar.

Kiriman kesalahan pengiriman (Failure Notice)
Mengirim dengan akun e-mail GMail, klik untuk mempelajari


Mengirim dengan akun e-mail Hotmail, klik untuk mempelajari

Kamis, Agustus 25, 2011

Bocah Misterius di Bulan Ramadhan (Renungan)

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua.

Sungguh menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengahhari pada bulan puasa! Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Seorang pengurus masjid mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma, ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.

Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.

“Ada apa bapak melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak kecil itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi, dan tiba tiba berkata dengan lantang.

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua!
Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?!
Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah pak.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru bapak dan orang-orang di sekeliling bapak lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Pak.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Pak.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

Pak.., sadarkah Bapak akan ketidak abadian harta?
Sadarkah apa yang terjadi bila bapak dan orang-orang sekeliling bapak tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya bapak dan orang-orang di sekeliling bapak bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat..

Tahukah Bapak akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Pak.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.
Jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun,
Jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang, entah mau dipercaya orang atau tidak, ia ingin sekali menjelaskan hikmah perkataan bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang...

disadur dari :
http://www.inertseven.info/2011/08/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html
(sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/08/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html)

Jumat, Agustus 05, 2011

MAHER ZAIN

Lahir 16 Maret 1981 (umur 30 tahun) adalah penyanyi R&B Swedia, penulis lagu dan produser musik asal Lebanon. Dia juga tinggal untuk sementara di Amerika Serikat. Album debutnya Thank You Allah, dengan 13 lagu dan dua lagu bonus dirilis pada 1 November 2009, dengan Versi Perkusi eksklusif dan Versi Perancis dirilis tak lama kemudian. Dia bernyanyi terutama dalam bahasa Inggris, namun juga, antara lain, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki, Melayu, dan Indonesia . Lagu yang berkesan menurutnya adalah lagu dengan judul Thank you Allah. Karena lagu tersebut diakui mewakili perjalanan hidupnya. From wrong to the right way; dari jalan yang salah menuju jalan yang baik. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher masih umur delapan tahun, disana ia melanjutkan pendidikannya. Maher mendapat keyboard pertama ketika ia berusia sepuluh tahun. Ia kemudian masuk Universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering. Selama masa remajanya, ia senang menghabiskan larut malam di sekolah dengan teman-temannya di mana mereka akan bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen dengan musik.
Setelah terlibat untuk sementara waktu di kancah musik sebagai produser musik di tahun 2008, Maher diperkenalkan ke RedOne, produser musik Swedia asal Maroko di Swedia. Maher mulai bekerja dengan RedOne pada beberapa proyek-proyek yang terakhir. Kemudian, ia pindah ke New York di mana ia mengambil bagian dalam memproduksi Kat DeLuna pada album debutnya termasuk hits "Whine Up" dan "Run the Show". Ia kemudian kembali untuk sementara ke Swedia di mana dia punya rohani 'kebangkitan'.
Pada Januari 2009, Maher Zain mendaftar dan mulai bekerja pada album dengan Awakening Records. Debut albumnya Thank You Allah, dengan 13 lagu dan 2 bonus track direlease pada 1 November 2009. Album ini memuncak di nomor 2 di Amazon Album dunia grafik. Melalui album ini, ia memperoleh 8 X platinum pada Malaysia dengan penjualan 120.000 unit. Setelah merilis album ini, dia merilis beberapa versi lain dari album, yang versi perkusi pada 2009 dan Platinum Edition pada 2011.

Courtesy from Youtube viewed about 11,347,745
Maher Zain mengumumkan bahwa ia telah merilis versi bahasa Melayu untuk "Insya Allah", setelah merilis versi bahasa Perancis dan Arab bersama dengan video, sambil menambahkan bahwa itu akan menjadi lagu di album kedua.
Fadly dari band Indonesia PADI juga berkontribusi terhadap "Insya Allah" dalam Bahasa Indonesia. Maher juga menyanyikan "For The Rest of My Life" dalam bahasa Indonesia berjudul "sepanjang hidup". Yang dirilis melalui Sony Music Indonesia.
Video musik lain dari Maher dirilis berjudul 'Freedom' pada akhir April.
From album Thank You Allah :

Album preview click here
Download Songs
Maher Zain - Ya Nabi Salam Alaika
Maher Zain - The Choose One at Youtube about 4,002,785 viewed
Maher Zain - Thank You Allah
Maher Zain featuring Mesut Kurtis - SubhanaAllah
Maher Zain featuring Fadli (Padi) - InsyaAllah ; Maher Zain feat Fadly Padi - InsyaAllah
Maher Zain - Sepanjang Hidup
Maher Zain - For The Rest of My Life at Youtube about 4,603,306 viewed
Maher Zain - InsyaAllah ; Maher Zain - Insya Allah (Arabic)
Maher Zain - Baraka Allah Lakuma ; Maher Zain - Baraka allahu lakuma ماهر زين - بارك الله لكــما .mp3

Banner 468

must to search